Trump Tolak Berkompromi Soal Tembok Perbatasan

Pagar pembatas di perbatasan AS-Meksiko di Las Playas, Tijuana, 6 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty/Sandy Huffaker)

Washington: Presiden Donald Trump menolak berkompromi terkait permintaannya untuk membuat sebuah tembok di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Masalah tembok ini merupakan penyebab shutdown, atau ditutupnya sebagian institusi pemerintah AS.

Trump menegaskan dirinya tidak akan mengurangi permohonan dana dalam proposal pembangunan tembok. Ia juga mengulang kembali ancamannya untuk mendeklarasikan status darurat nasional.

Berbicara sebelum bertolak menuju Camp David, Trump menegaskan bahwa AS “harus membangun tembok.”

“Ini mengenai keselamatan. Ini mengenai keamanan negara kita. Kita tidak punya pilihan. Ini adalah pertempuran yang sangat penting untuk dimenangkan,” lanjut dia, dilansir dari laman BBC, Minggu 6 Januari 2019.

Menurut Trump, shutdown ini sebenarnya dapat segera diakhiri jika Partai Demokrat mau bekerja sama. “Shutdown dapat berakhir besok, atau berlangsung lama. Semua ini tergantung Demokrat,” tegas Trump.

Pembangunan tembok perbatasan adalah salah satu janji kampane Trump. Ia menilai tembok dibutuhkan untuk mencegah masuknya gelombang imigran gelap, terutama yang datang dari Meksiko.

Janji seputar tembok ini memicu kontroversi, salah satunya adalah ucapan Trump yang menyebut Meksiko harus menjadi negara yang membayar biaya pembangunan. Meksiko menolak keras wacana tersebut.

Kontroversi lainnya adalah saat Trump menyebut bahwa banyak dari imigran gelap dari Meksiko adalah penjahat, pemerkosa atau pengedar narkotika.

Kepala Staf baru Gedung Putih Mick Mulvaney memperkirakan bahwa shutdown ini akan “berlangsung lebih lama lagi” dari perkiraan.

(WIL)