Trump Sebut Ekonomi Turki Hancur Jika Erdogan Serang Kurdi

Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: ADEM ALTAN/SAUL LOEB)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan Turki bahwa perekonomian Ankara akan hancur jika Presiden Recep Tayyip Erdogan memerintahkan pasukannya untuk menyerang pasukan Kurdi di Suriah. Pernyataan disampaikan Trump terkait tekadnya menarik semua personel militer AS dari Suriah.

“Ekonomi Turki akan hancur jika mereka menyerang Kurdi. Sebaliknya, Kurdi juga jangan sampai memprovokasi Turki,” tulis Trump di Twitter, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Minggu 13 Januari 2019.

Turki geram saat mendengar adanya indikasi bahwa rencana penarikan pasukan AS dari Suriah sebenarnya bersyarat, yakni akan mundur dengan terlebih dahulu memastikan keselamatan Kurdi. Selama ini, Turki menganggap pasukan Kurdi di Suriah sebagai grup teroris.

Dalam menghadapi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah, AS mengandalkan operasi yang dipimpin Pasukan Demokratik Suriah atau SDF. SDF merupakan aliansi yang  mayoritas pejuangnya adalah Kurdi.

Baca: Trump dan Erdogan Cegah Vakum Kekuasaan di Suriah

Ankara melihat kekuatan utama dalam SDF, yakni Unit Perlindungan Rakyat Kurdi atau YPG, sebagai grup teroris yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdi (PKK). Turki sejak lama telah bertempur menghadapi pemberontakan PKK di sejumlah wilayah.

Sementara itu, AS mengaku sudah memulai proses penarikan pasukan dari Suriah. “Kami telah memulai proses penarikan dari Suriah,” ucap Kolonel Sean Ryan, juru bicara koalisi pimpinan AS dalam melawan ISIS.

Belakangan otoritas AS mengklarifikasi bahwa penarikan yang dimaksud baru berupa peralatan militer, bukan prajurit.

Dalam sebuah tulisan di Twitter pada Desember tahun lalu, Trump mengklaim telah berhasil mengalahkan ISIS di Suriah. Namun beberapa waktu berselang, Trump mengubah pernyataannya dan berkata baru akan menarik semua pasukan saat ISIS sudah benar-benar dikalahkan.

(WIL)