Shutdown Buat AS Rawan Digempur Serangan Siber

Washington: Sejumlah pakar khawatir shutdown atau penutupan sebagian institusi pemerintah dapat membuat Amerika Serikat rawan digempur serangan siber. Hal ini dikarenakan banyak pegawai keamanan AS tidak bekerja selama shutdown.

Sekitar 800 ribu pegawai federal AS dipaksa cuti atau bekerja tanpa dibayar akibat shutdown. Ribuan dari mereka adalah para pegawai di dua agensi pemerintah AS yang mengawasi keamanan siber.

Lembaga Kajian Teknologi Massachusetts Institute of Technology menyebut 45 persen total karyawan di Badan Keamanan Siber dan Perlindungan Infrastruktur (CISA) dari Departemen Keamanan Dalam Negeri dan 85 persen staf di National Institute of Standards and Technology sudah tidak bekerja selama hampir satu bulan.

Juru bicara CISA mengatakan kepada laman Business Insider bahwa shutdown telah membuat “sistem perlindungan infrastruktur dan keamanan siber berhenti.”

Sejumlah karyawan yang dinilai krusial masih diharuskan bekerja. Namun berkurangnya jumlah staf secara signifikan membuat banyak departemen tidak beroperasi maksimal.

Baca: Shutdown AS Berlanjut, Gedung Putih Nyaris Kosong

“Aktivitas pengawasan mungkin tidak berjalan 100 persen seperti biasa. Ini artinya, persentase mengenai kemungkinan adanya aktivitas berbahaya yang tidak terawasi meningkat,” ujar Bryson Bort, CEO dari perusahaan pertahanan siber SCYTHE, kepada kantor berita CBS News, seperti dilansir dari laman UPI, Jumat 18 Januari 2019.

Mike O’Malley, Wakil Presiden dari perusahaan pertahanan Radware, menilai shutdown di AS dapat diibaratkan “menggelar karpet merah kepada siapapun yang hendak berbuat jahat.”

“Seperti yang sudah kita ketahui dari aktivitas para peretas, terutama mereka yang disponsori negara, mereka biasanya memiliki kesabaran tinggi dan baru akan menyerang pada momen yang tepat,” sebut O’Malley.

Bort menilai ada empat negara yang paling mungkin memanfaatkan shutdown ini, yakni Tiongkok, Iran, Rusia dan Korea Utara.

Shutdown terbaru di AS ini dipicu masalah biaya pembangunan tembok perbatasan. Dalam sejarah AS, shutdown terlama terjadi di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton pada periode 1995-1996. Kala itu, shutdown berlangsung 21 hari.

(WIL)

Pipa Bahan Bakar Bocor di Meksiko, 20 Tewas

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. (Foto: AFP)

Mexico City: Setidaknya 20 orang tewas akibat kebakaran dari pipa bahan bakar yang bocor di Hidalgo, Meksiko. Tak hanya korban tewas, 54 orang lainnya juga terluka.

Pipa ini bocor di dekat kilang minyak Tula dari perusahaan minyak negara Petroleos Mexicanos (Pemex). 

Kebakaran ini disebabkan adanya warga yang berusaha mencuri minyak yang mengalir akibat bocor. Bahkan mereka sengaja membawa ember dan kaleng.

“Ini adalah bencana dan juga pencurian bahan bakar ilegal,” kata Gubernur Hidalgo, Omar Fayad, dikutip dari AFP, Sabtu 19 Januari 2019.

Sejumlah pemadam kebakaran dan ambulans berbondong-bondong datang untuk segera memadamkan api dan berusaha menyelamatkan korban yang masih terjebak.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador sebelumnya telah mengutuk tindakan pencurian bahan bakar ilegal, yang telah merugikan pemerintah lebih dari USD3 miliar tahun lalu.

Cuplikan tayangan televisi menunjukkan bahwa saluran pipa menyemburkan minyak dan orang-orang berusaha untuk mengambilnya.

(WIL)

Bersaksi di Investigasi Rahasia, Jurnalis Iran Masih Ditahan AS

Marzieh Hashemi. (Foto: AFP)

Washington: Pengadilan federal Amerika Serikat (AS) mengungkapkan penangkapan jurnalis Iran, Marzieh Hashemi, untuk menjadi saksi di sebuah investigasi rahasia. 

Ketua Hakim Beryl Howell dari Pengadilan Distrik Columbia menegaskan bahwa Hashemi ditangkap bukan karena melakukan kejahatan maupun kesalahan. 

“Kami butuh Hashemi untuk menjadi saksi pelanggaran hukum pidana AS. Dia telah didampingi oleh pengacara,” ucap Howell, dikutip dari New York Times, Sabtu 19 Januari 2019.

Hashemi, yang merupakan wanita kelahiran Amerika, kini bekerja di Press TV, stasiun televisi yang didanai Pemerintah Iran. Ia ditahan ketika baru saja tiba di Bandara Internasional St. Louis, Missouri.

Baca: Menlu Iran Minta AS Segera Bebaskan Jurnalisnya

Kendati demikian, pengadilan maupun FBI tidak membeberkan di mana Hashemi ditahan dan kapan ia hadir dalam persidangan. 

Hashemi ditahan sepekan setelah Iran menahan seorang veteran Angkatan Laut AS, Michael White. Setidaknya, ada tiga warga AS yang masih dipenjara di Teheran dan satu orang hilang selama lebih dari satu dekade.

Hashemi lahir di New Orleans dengan nama Melanie Franklin. Ia merupakan Mualaf dan pendukung Revolusi Islam 1979. Hashemi telah bekerja lebih dari 20 tahun di Press TV. 

Sementara itu, putra Hashemi, Hossein Hashemi, mengatakan bahwa dirinya juga dipanggil untuk hadir di hadapan pengadilan. Namun tak membeberkan kapan dan di mana sidang itu akan digelar.

(WIL)

KTT Kedua Trump-Kim Dijadwalkan Akhir Februari

Presiden AS Donald Trump (kanan) dan pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: AFP/KCNA)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menemui pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam konferensi tingkat tinggi kedua pada akhir Februari. Demikian pernyataan resmi kantor kepresidenan AS, usai Trump bertemu negosiator Korut Kim Yong-chol di Gedung Putih, Jumat 18 Januari 2019.

Seperti dilansir dari laman BBC, diduga kuat Kim Yong-chol telah menyampaikan surat dari Kim Jong-un ke Trump di Gedung Putih. Sejak KTT pertama Trump dan Kim di Singapura pada Juni tahun lalu, belum ada kemajuan berarti terkait denuklirisasi di Semenanjung Korea. 

Lewat Twitter, Gedung Putih menyampaikan bahwa “Presiden @realDonaldTrump akan bertemu Ketua Kim, yang akan berlangsung sekitar akhir Februari. Lokasi akan diumumkan di waktu mendatang.”

Berbagai spekulasi di media menyebutkan bahwa KTT kedua kemungkinan berlangsung di Vietnam. 

Koresponden BBC Barbara Plett mengatakan bahwa kunjungan Kim Yong-chol ke Washington adalah langkah perdana dalam diplomasi nuklir dengan AS sejak beberapa bulan terakhir. Belum diketahui pasti apa isi surat yang disampaikan kepada Trump, namun diduga memaparkan detail teknis mengenai KTT kedua.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan kemajuan dalam denuklirisasi berlanjut usai Trump bertemu Kim Yong-chol.

“Amerika Serikat akan terus memberikan tekanan dan sanksi kepada Korea Utara,” ujar Sanders.

Trump pernah menegaskan bahwa sanksi memang “masih berlaku penuh” dan akan terus seperti itu hingga Washington melihat adanya hasil “yang sangat positif” dari sisi Korut.

Menurut Trump, KTT Singapura adalah kemenangan besar diplomatik AS. “Jika bukan saya, mungkin akan terjadi perang saat ini. Kalian semua mungkin akan berada dalam perang besar di Asia jika saya tidak terpilih menjadi presiden,” sebut Trump.

(WIL)

Kolombia Tetapkan Tiga Hari Berkabung Usai Serangan Bom

Pihak berwenang melakukan penyisiran di lokasi ledakan bom di Kolombia, Kamis 17 Januari 2019. (Foto: AFP).

Bogota: Pemerintah Kolombia menyatakan tiga hari berkabung setelah setidaknya 21 orang tewas dalam bom mobil di akademi pelatihan kadet kepolisian Bogota. 68 warga lainnya dilaporkan terluka dalam insiden terburuk di kota itu dalam 16 tahun terakhir.

Baca juga: Bom Meledak di Akademi Kepolisian Kolombia, 10 Tewas.

Kementerian pertahanan mengatakan ‘aksi teroris’ dilakukan dengan menggunakan kendaraan yang berisi 80 kilogram bahan peledak.

“Sayangnya, jumlah korban awal adalah 21 orang tewas, termasuk orang yang bertanggung jawab atas insiden itu, dan 68 lainnya cedera,” kata polisi Kolombia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Jumat, 18 Januari 2019.

Pihak pemerintah menambahkan 58 orang yang terluka telah dikeluarkan dari rumah sakit. Kementerian pertahanan sebelumnya melaporkan 11 orang tewas dan 65 lainnya luka-luka.

“Semua warga Kolombia menolak terorisme dan kami bersatu dalam melawannya,” Presiden Ivan Duque dalam pernyataan melalui akun Twitternya.

Kemudian Presiden Duque mengatakan telah memerintahkan bala bantuan ke perbatasan dan rute Kolombia keluar masuk kota.

“Saya juga meminta agar prioritas diberikan pada semua penyelidikan untuk mengidentifikasi dalang serangan teroris ini dan kaki tangan mereka,” katanya.

Pelaku pengeboman,-yang dikonfirmasi pihak berwenang tewas dalam serangan itu,-menyerang Sekolah Perwira Jenderal Francisco de Paula Santander di selatan Bogota selama upacara promosi untuk taruna.

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, tetapi jaksa penuntut umum Nestor Humberto Martinez menyebut tersangka Jose Aldemar Rojas Rodriguez sebagai “otak dari kejahatan keji ini.”

Martinez mengatakan Rojas Rodriguez memasuki kompleks sekolah pada Kamis 17 Januari pukul 9:30 pagi dengan mengendarai truk Patroli Nissan berwarna abu-abu, tetapi tidak memberikan rincian tentang ledakan itu. Dia mengatakan truk itu menjalani pemeriksaan pada Juli di departemen Arauco di perbatasan dengan Venezuela – kubu tradisional gerilyawan ELN Marxis.

(FJR)

Alasan Shutdown, Trump Batal ke Forum Ekonomi Dunia

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Washington: Gedung Putih mengonfirmasi bahwa kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke World Economic Forum di Davos, Swiss, dibatalkan.

“Karena pertimbangan bahwa pemerintahan sedang shutdown, dan 800 ribu pekerja pemerintah di AS tidak digaji, Presiden Trump membatalkan perjalanan delegasinya ke Swiss,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dikutip dari AFP, Jumat 18 Januari 2019.

Awalnya, kunjungan Trump ini akan didampingi oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan sejumlah pejabat lainnya. 

“Sikap keras Demokrat tentang pentingnya perbatasan bagi keamanan negara, dengan hormat saya membatalkan perjalanan penting saya ke Davos, Swiss,” tulis Trump di akun Twitter pribadinya.

Pengumuman itu dikeluarkan beberap jam setelah melarang Ketua DPR Nancy Pelosi menggunakan pesawat militer untuk perjalanan ke Afghanistan.

Batalnya kehadiran Trump di forum ekonomi dunia ini menghapus kesempatan Trump untuk berdiskusi dengan para pemimpin dunia lainnya terkait ekonomi, termasuk perdagangan. 

Sementara itu, Menkeu Steven Mnuchin masih menunggu keputusan Gedung Putih apakah ia akan datang ke Davos meski Trump batal hadir. 

(FJR)

Trump Larang Ketua DPR AS Gunakan Pesawat Pemerintah

Washington: Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi terus berhadapan dengan dengan Presiden Donald Trump. Perseteruan keduanya memasuki babak baru dengan kabar Trump membatalkan kunjungan Pelosi ke pasukan AS di luar negeri.

Masalah berawal ketika Trump mengeluarkan surat kepada Pelosi pada Kamis 17 Januari waktu AS atau Jumat 18 Januari 2019 waktu Indonesia, sesaat politikus perempuan senior itu hendak berangkat ke lokasi rahasia di Afghanistan dan Brussels, Belgia.

Trump menyebutkan perjalanan ini sebagai bentuk ‘kehumasan’ dan menyarankan agar Pelosi tetap berada di Washington untuk melanjutkan negosiasi membuka kembali pemerintahan, yang masih dalam kondisi ‘shutdown’.

“Sudah jelas, jika Anda ingin melakukan perjalanan dengan penerbangan komersial itu akan menjadi hak anda,” simpul Trump, seperti dikutip dari The Star, Jumat, 18 Januari 2019.

Melarang pesawat militer digunakan terhadap pejabat senior apalagi seorang Ketua DPR, sangatlah jarang terjadi. Pihak Kongres AS pun sepertinya tidak menyadari surat Trump itu, sebuah bus yang akan membawa para anggota DPR yang akan ikut serta dalam perjalanan tampak tetap siaga di luar Gedung Capitol.

Sementara Juru Bicara Pelosi, Drew Hammill mengatakan bahwa atasannya bermaksud bepergian ke Afghanistan dan Brussels untuk mengucapkan terima kasih kepada militer yang bertugas di luar negeri. Selain itu, Pelosi ingin mendapatkan laporan intelijen dan kemanan nasional dari mereka yang bertugas di garis depan.

Hammill juga mempertanyakan Trump yang melakukan perjalanan ke Irak saat shutdown berlangsung. Dalam perjalanan, anggota Kongres dari Partai Republik juga ikut serta.

Kekisruhan politik antara Trump dan Pelosi menunjukkan bagaimana krisis pemerintah di AS yang makin melebar. Kekisruhan ini melebar menjadi perdebatan pribadi antara kedua pimpinan lembaga di Negeri Paman Sam.

Tanggapan Gedung Putih

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan Presiden Trump menginginkan Pelosi tetap berada di Washington sebelum Selasa 22 Januari. Hari itu merupakan tenggat waktu untuk mempersiapkan pembayaran gaji utuk karyawan federal.

“Kami ingin dia (Pelosi) tetap berada di Washington. Presiden menginginkannya di sini untuk melakukan negosiasi,” jelas Sanders.

Sementara pihak Kementerian Pertahanan AS, Pelosi tidak mengajukan permintaan perjalanan luar negeri yang difasilitasi militer. Umumnya pihak Kementerian Pertahanan yang menyedian pesawat militer untuk digunakan.

(FJR)

1.000 Imigran Amerika Tengah Masuki Meksiko

Imigran asal Honduras. (Foto: AFP)

Mexico City: Hampir 1.000 imigran asal Amerika Tengah telah memasuki Meksiko. Imigran ini berasal dari Honduras, El Salvador, Guatemala dan Nikaragua. Usai memasuki Meksiko, mereka akan berusaha untuk masuk ke Amerika Serikat. 

Menanggapi eksodus baru ini, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengupayakan pendekatan ‘kemanusiaan’ untuk masalah ini, salah satunya untuk membuka lapangan kerja bagi para imigran.

“Tetapi kami ingin Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga membantu untuk memacu pembangunan ekonomi ini,” kata Obrador, dikutip dari AFP, Jumat 18 Januari 2019.

Ketika sampai di Meksiko, para imigran akan memakai gelang agar mudah dipantau oleh pemerintah. Gelang harus tetap dipakai hingga mereka mendaftar ke otoritas resmi Meksiko.

Sesudah resmi terdaftar, imigran yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan visa khusus yang memungkinkan mereka bekerja di Meksiko atau melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat.

Sejauh ini, kata pihak imigrasi, para imigran yang memasuki Meksiko telah melakukannya dengan tertib dan tidak ada kerusuhan atau bentrokan yang terjadi.

Hingga saat ini, masih ada sekitar 700 orang yang menunggu di perbatasan Tecun Uman, Guatemala untuk menyeberang ke Meksiko. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard berencana untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo secepatnya untuk membicarakan soal imigan Amerika Tengah tersebut. 

(FJR)

Delapan Perusahaan Indonesia Raup Rp14,2M di Pameran Makanan AS

San Francisco: Diplomasi bukan hanya mengenai politik ataupun hal serius lainnya. Melalui produk makanan dan minuman, diplomasi bisa menjadi pintu menuju pertumbuhan ekonomi.

Ini yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco yang bekerja sama dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles untuk memfasilitasi partisipasi delapan perusahaan, berpartisipasi pada pameran the 44th Winter Fancy Food Show (WFFS), di San Francisco, Californa.

Pameran ini dihadiri lebih dari 20.000 pengunjung di San Francisco. Partisipasi ini dilakukan untuk mempromosikan dan memperluas akses pasar produk makanan dan minuman spesialti Indonesia di pasar AS.


Menjelaskan produk Indonesia kepada warga AS. (Foto: KJRI San Francisco).

Upaya gastrodiplomacy atau diplomasi melalui makanan dan minuman makin digencarkan oleh Pemerintah Indonesia dengan pavilion bertema the Remarkable Indonesia. Berbagai produk makanan dan minuman khas Indonesia dipromosikan diantaranya teh organik, sambal kecombrang, selai kacang kenari, snack kacang, rempah-rempah, bumbu masakan siap saji, permen kopi dan jahe, keripik, dan minuman herbal kopi Papua, Sumatra dan Toraja.

Adapun delapan perusahaan manufaktur dan distributor yang turut serta dalam pameran ini terdiri dari PT. Kapal Api Global, PT. Manohara Asri, Jawa Import, Epiglo LLC (produk Mustika Ratu, Opal Coffe), PT. Harendong Green Farm, Javara Indonesia, PT. Rasaprima Sukses, dan Rasa Rempah Nusantara.

“Selama berlangsungnya pameran, para partisipan telah mencatat potensi transaksi total sekitar USD1,03 juta (atau sekitar Rp14,2 miliar). Tidak tertutup kemungkinan terdapat potensi transaksi lainnya pascapertemuan bisnis antara para partisipan dengan beberapa mitra lokal AS yang berminat dengan produk makanan dan minuman spesialti Indonesia,” ungkap Konsul Muda Ekonomi KJRI San Francisco, Berhan A. Muqtadir, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 18 Januari 2019.

Delapan perusahaan manufaktur dan distributor tersebut usai WFFS melakukan pertemuan bisnis dengan sejumlah calon mitra lokal AS untuk membahas berbagai peluang bisnis dan strategi pemasaran produk makanan dan minuman spesialti di pasar AS. Serangkaian kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan volume perdagangan ekspor Indonesia ke AS khususnya untuk komoditas makanan dan minuman.


Produk Indonesia yang dipamerkan dalam WFFS memiliki potensi untuk meraup keuntungan. (Foto: Dok.KJRI San Francisco).

“Indonesia perlu memperkuat pangsa pasar produk kategori chips dan snacks untuk ditawarkan kepada para pengunjung WFFS tahun 2019, karena jenis produk tersebut merupakan kategori specialty foods dengan tingkat penjualan ketiga tertinggi di pasar AS dengan total penjualan sebesar USD3,84 miliar pada tahun 2017,” Ujar Berhan.

Selain itu, peluang pasar produk minuman kopi dan coklat di AS masih sangat terbuka luas. Pada kedua bidang ini, para pengusaha Indonesia bisa mengambil kesempatannya.

WFFS diselenggarakan oleh Specialty Food Association, pameran ini merupakan trade show tahunan terbesar di Pantai Barat AS. Tahun ini WFFS diikuti oleh 1.500 peserta yang berasal dari sekitar 30 negara serta dihadiri oleh sekitar 20.000 pengunjung dari perusahaan retailer, food service provider, importir, eksportir, distributor, wholesale dan media.

(FJR)

Bom Meledak di Akademi Kepolisian Kolombia, 10 Tewas

Polisi mengevakuasi lokasi usai bom meledak. (Foto: AFP)

Bogota: Setidaknya 10 orang tewas akibat ledakan bom di sebuah akademi kepolisian di Kolombia. Tak hanya itu, 50 orang lainnya juga terluka.

Sembilan dari jumlah korban tewas merupakan taruna di akademi kepolisian. 

Insiden bermula adanya sebuah mobil yang menerobos masuk melewati pos pemeriksaan ke halaman General Santander School dan meledak. 

Presiden Ivan Duque menyebut aksi tersebut sebagai aksi terorisme yang menyerang kepolisian. Ia juga memerintahkan para pasukan polisi dan tentara untuk menemukan pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.

“Kolombia tidak pernah menyerah pada terorisme, kami selalu mengalahkannya. Tidak ada pengecualian,” kata Duque.

Dilansir dari AFP, Jumat 18 Januari 2019, serangan ini merupakan serangan paling mematikan di Bogota sejak pemerintah mencapai kesepakatan damai 2016 dengan kelompok pemberontak FARC.

Sementara itu, pihak kepolisian mengidentifikasi bahwa pengemudi mobil tersebut bernama Jose Aldemar Rojas Rodriguez. Mobil yang digunakan juga sempat dipakai oleh gerilyawan Kolombia beberapa tahun lalu.

Hingga saat ini, belum ada klaim tanggungjawab dari kelompok mana pun. 

(FJR)

Tiruan Washington Post Tulis Trump Mengundurkan Diri

Para aktivis membagikan tiruan Washington Post. (Foto: Guardian/Getty)

Washington: Surat kabar The Washington Post menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundurkan diri. Namun, surat kabar Washington Post kali ini hanya buatan para aktivis.

Surat kabar palsu ini dicetak pada sebuah lembar lebar mirip dengan cetakan Washington Post asli. Tertanggal 1 Mei 2019, surat kabar ini memuat serangkaian artikel anti-Trump dan pemberdayaan perempuan.

Dilansir dari Guardian, Kamis 17 Januari 2019, kelompok aktivis The Yes Men mengaku berada dibalik lelucon ini. Kelompok ini juga pernah melakukan aksi serupa dengan membagikan surat kabar New York Times palsu pada 2008 dengan tajuk utama ‘Akhir dari Perang Irak’.

Departemen Hubungan Masyarakat dari The Washington Post pun telah mengimbau masyarakat bahwa jangan percaya dengan terbitan surat kabar palsu tersebut.

“Telah beredar edisi cetak palsu The Post yang didistribusikan di sekitar Washington. Warga harap waspada. Mereka bukan produk The Post,” sebut pernyataan resmi dari The Washington Post.

Menurut The Yes Men, sekitar 12 orang membantu untuk desain dan mencetak surat kabar, sementara sekitar 25 orang mendistribusikan di sekitar Washington DC, terutama di dekat Gedung Putih.

The Yes Men juga menambahkan, mencetak surat kabar dengan berita yang cukup menggembirakan ini merupakan satu harapan bahwa mereka menginginkan Trump lengser.

“Kami sudah muak dengan segala tipuannya. Kebijakan-kebijakannya yang semakin lama semakin membuat Amerika rusak dan tentu selalu menyebut media yang tak mendukungnya adalah media hoaks,” tegas mereka.

Dengan terbitnya Washington Post palsu ini, mereka berharap agar para karyawan Gedung Putih bisa membawa surat kabar tersebut ke dalam dan memberikannya kepada Trump. 

(FJR)

Satu dari Tiga Pekerja PBB Dirundung Pelecehan Seksual

New York: Satu dari tiga pekerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dilecehkan secara seksual dalam dua tahun terakhir. Hal ini terungkap dalam sebuah laporan PBB.

Sebanyak 30.364 staf dan kontraktor mengikuti  survei pada November — 17 persen dari jumlah total yang memenuhi syarat untuk melakukannya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan laporan itu-,dan tingkat responsnya ‘cukup rendah’,- menjadi tanda bahwa mereka “masih harus menempuh jalan yang panjang”.

Laporan ini muncul di tengah gerakan global #MeToo melawan pelecehan seksual, perselingkuhan, dan penyerangan.

Guterres mengatakan jumlah peserta yang relatif rendah dalam survei bisa menjadi tanda “rasa ketidakpercayaan yang berkelanjutan, persepsi tidak ada yang bertindak, dan kurangnya akuntabilitas” di PBB.

“Survei tersebut memuat “beberapa statistik yang serius serta bukti apa yang perlu diubah guna membuat tempat kerja yang bebas pelecehan menjadi nyata bagi kita semua,” ujar Guterres, seperti disitir dari laman BBC, Rabu, 16 Januari 2019.

“Sebagai organisasi yang didirikan atas dasar kesetaraan, martabat, dan hak asasi manusia, kita harus meneladani dengan memberi contoh dan menetapkan standar,” katanya.

Apa bunyi laporan itu?

Menurut survei, yang dilakukan Deloitte, lebih dari setengah dari mereka yang mengalami pelecehan seksual di PBB mengatakan aksi itu terjadi di lingkungan kantor, sementara 17,1 persen lainnya mengatakan itu terjadi di sebuah acara sosial terkait pekerjaan.

Lebih dari seperlima — atau 21,7 persen — mengatakan bahwa mereka diceritakan lelucon seksual yang tidak pantas.

Sementara 14,2 persen lainnya menerima komentar ofensif tentang penampilan, tubuh, atau aktivitas seksual mereka, dan 13 persen meminta para kolega ke dalam diskusi seksual yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Dan 10,9 persen menjadi sasaran gerakan seksual atau peragaan gestur yang menyinggung atau mempermalukan mereka. Sekitar sepersepuluh — 10,1 persen — orang yang merespons disentuh secara tidak tepat.

Dua dari tiga pelecehan diperbuat laki-laki, kata laporan itu. Hanya satu dari tiga pekerja yang mengalami pelecehan seksual yang mengambil tindakan setelahnya.

Laporan itu muncul ketika kepala badan PBB untuk HIV dan AIDS bersiap-siap mundur pada Juni, enam bulan sebelum akhir masa jabatannya. Dia mundur karena adanya klaim intimidasi.

Panel independen menemukan bahwa “kepemimpinannya yang cacat” telah menoleransi “budaya perundungan, termasuk pelecehan seksual, penindasan, dan penyalahgunaan kekuasaan”.

PBB juga dilanda serangkaian tuduhan pelecehan seksual dalam beberapa tahun terakhir, terutama ditujukan terhadap misi penjaga perdamaian di negara-negara Afrika.

Pada 2017, seorang penjaga perdamaian di Republik Demokratik Kongo dicopot menyusul klaim bahwa ia menjadi ayah seorang anak dari gadis di bawah umur. Dia adalah satu dari lima penjaga perdamaian yang dituduh melakukan pelecehan dan eksploitasi seksual dalam tiga bulan pertama tahun itu.

Setahun sebelumnya, pada 2016, lebih dari 100 penjaga perdamaian PBB dipulangkan dari Republik Afrika Tengah menyusul investigasi terhadap klaim pelecehan seksual.

Sebagai tanggapan, PBB telah berupaya meningkatkan transparansi dan memperkuat cara menangani berbagai tuduhan. Misalnya, dengan mengadopsi kebijakan ‘mengumumkan nama pelaku dan mempermalukan’ negara asal dari para pekerja yang dituduh melakukan pelecehan.

(FJR)

Miliki Roket, Pria AS Bermaksud Serang Gedung Putih

Georgia: Seorang pria ditangkap karena dicurigai berencana menyerbu Gedung Putih dengan roket anti-tank.

Dilansir dari laman Sky News, Kamis 17 Januari 2019, Hasher Jallal Taheb, 21, berasal dari Cumming di Georgia, ditangkap pada Rabu 16 Januari setelah menukar mobilnya dengan senjata dan bahan-bahan peledak.

Dia dituduh berupaya merusak atau menghancurkan sebuah bangunan milik pemerintah Amerika Serikat menggunakan senjata api atau bahan peledak.

Menurut pernyataan tertulis dari seorang agen Biro Investigasi Federal (FBI), Taheb berencana mendekati Gedung Putih lewat jalan belakang, menggunakan senjata anti-tank untuk membuka pintu dan kemudian membunuh orang dan melakukan sebanyak mungkin kerusakan.

“Taheb tidak pernah menembakkan senjata. Tetapi diyakini bisa belajar dan juga sudah menonton video granat yang meledak,” sebut pernyataan pihak FBI.

“Pada awalnya Taheb ingin melakukan perjalanan ke wilayah kekuasaan Islamic State (ISIS). Tetapi rencana itu dihalangi oleh kenyataan bahwa ia tidak memiliki paspor,” imbuh pernyataan tersebut.

Sebaliknya dia mulai merencanakan serangan lebih dekat dengan rumahnya, menargetkan situs-situs penting termasuk Gedung Putih, menurut dakwaan FBI.

Dia ingin menjadi ‘martir’, yang berarti dia diperkirakan mati dalam serangan itu, dan berencana untuk bercerita di video buatannya sendiri guna memotivasi orang dengan gambar-gambar umat Muslim yang tertindas dengan bendera AS dan Israel yang berkibar di latar belakang.

Pada satu pertemuan, dia menunjukkan kepada seorang agen FBI yang menyamar: sebuah diagram yang digambar tangan dari lantai dasar West Wing dan sebuah rencana untuk serangan itu. Keduanya berbicara tentang menjual atau menukar mobil mereka untuk membayar senjata dan bahan peledak yang diperlukan.

Sudah berbulan-bulan sejak FBI mencurigai bahwa Taheb telah diradikalisasi — kewaspadaan itu diteruskan ke polisi oleh seorang anggota masyarakat.

Pada Rabu, setelah operasi selama setahun, ia ditangkap di kota Buford di Georgia ketika ia bertemu dengan sejumlah agen FBI menyamar, yang berpura-pura mau ikut dalam pertukaran mobil dengan senapan semi-otomatis, tiga alat peledak dengan detonator, dan roket anti-tank, demikian bunyi pernyataan tertulis.

Taheb ditangkap ketika bersiap pergi dengan kendaraan sewaan berisi senjata dan bahan peledak di dalamnya. Dia saat ini dalam tahanan polisi di Georgia dan diyakini bertindak sendiri.

(FJR)

AS Dikabarkan Tahan Jurnalis Iran

Marzieh Hashemi. (Foto: BBC/Facebook)

Washington: Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah menahan satu jurnalis Iran. Penangkapan ini disebut Iran sebagai aksi ilegal yang dilakukan oleh FBI.

Jurnalis kelahiran Amerika, Marzieh Hashemi, ditahan ketika mendarat di Bandara Internasional St. Louis Lambert di Missouri, pada Minggu 13 Januari 2019 kemarin dan dilaporkan tak diperlakukan secara manusiawi.

Penangkapan Hashemi disinyalir merupakan balas dendam AS atas penahanan empat warganya oleh Pemerintah Iran. Beberapa di antaranya dituduh melakukan spionase.

Hashemi yang bekerja untuk stasiun televisi Iran berbahasa Inggris, Press TV, ditangkap bersama putranya yang bernama Reza. 

Dilansir dari BBC, Kamis 17 Januari 2019, saat ini Hashemi dikabarkan telah berada di Washington. Meski demikian, sejumlah media AS pun tak bisa memverifikasi kondisi Hashemi yang ditempatkan di penjara lokal.

Menurut Press TV, Hashemi bepergian ke AS untuk mengunjungi salah satu keluarganya, termasuk saudara laki-lakinya yang sedang sakit.

Press TV maupun Pemerintah Iran mengaku belum mendapatkan keterangan apa pun dari Pemerintah AS dan alasan mengapa Hashemi ditahan.

(FJR)

Senator Demokrat New York Maju ke Pilpres 2020

Senator New York asal Partai Demokrat Kirsten Gillibrand. (Foto: AFP)

Washington: Senator Partai Demokrat di New York, Kirsten Gillibrand telah mengumumkan rencananya untuk maju di pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada 2020 mendatang.

“Saya akan mengajukan ke Komite untuk mendaftar sebagai kandidat presiden 2020,” kata Gillibrand, dikutip dari BBC, Rabu 16 Januari 2019.

Berpidato di sebuah stasiun televisi swasta AS, Gillibrand mengaku akan berjuang untuk hak-hak kesehatan anak-anak dan perempuan.

Gillibrand merupakan pendukung yang cukup vokal dari gerakan #MeToo dan kerap mengkritik kebijakan Presiden AS Donald Trump. Ia juga aktif memerangi kekerasan seksual di kamp-kamp militer. 

Gillibrand masuk ke dunia politik sejak 2009 di bawah asuhan Hillary Clinton ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri kala pemerintahan Barack Obama.

Dilaporkan, ia akan mendirikan kantor kampanyenya di Troy, New York, tempat ia dan keluarganya tinggal. Selain itu, Gillibrand disebut-sebut memiliki dana yang cukup untuk mencalonkan diri di pilpres 2020.

Namun, perjalanan kariernya di Demokrat pernah tersandung beberapa kali. Ia membuat marah sejumlah senator Demokrat ketika menyerukan pengunduran diri Senator Al Franken yang diduga melakukan pelecehan seksual.

Tak hanya itu, Gillibrand juga pernah mengkritik kasus pelecehan seksual dan perselingkuhan yang dilakukan Bill Clinton, mantan Presiden AS sekaligus suami Hillary.

Meski demikian, warga New York menaruh simpati padanya. Disinyalir, jika benar dirinya akan maju pencalonan kandidat calon pilpres 2020, suara pemilih perempuan akan banyak diraup Gillibrand dan membawanya ke nominasi calon presiden.

(WIL)