Ratusan Pegawai Gedung Putih Berdemo Minta Shutdown Berakhir

Para karyawan Gedung Putih berdemo. (Foto: AFP)

Washington: Ratusan pegawai pemerintah yang menganggur akibat shutdown menggeruduk Gedung Putih. Mereka menuntut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan shutdown.

Akibat shutdown pemerintahan, gaji para pegawai pun belum dibayar. Hingga hari ini, shutdown AS telah memasuki hari ke-24. 

Selain itu, para pegawai juga dipaksa cuti dan tidak mendapatkan gaji karena gaji mereka tertahan di Senat. “Kami ingin gaji kami!” teriak para pegawai di depan Gedung Putih.

Dilansir dari Washington Post, Selasa 15 Januari 2019, para pegawai Gedung Putih membawa spanduk dan papan bertuliskan ‘Trump: End the Shutdown’.

Shutdown pemerintahan ini disebabkan oleh tidak tercapainya permintaan dana yang diutarakan Trump untuk membangun tembok perbatasan AS dan Meksiko sebesar USD5,7 miliar atau setara dengan Rp80 triliun. Permintaan ini ditentang keras oleh Demokrat di Kongres.

Baca: Shutdown AS Berlanjut, Gedung Putih Nyaris Kosong

Ketika shutdown diberlakukan, sebanyak 800 ribu pegawai diperintahkan untuk tinggal di rumah dan tidak bekerja serta tidak mendapat gaji. 

Dalam beberapa kesempatan, Trump mengancam akan mendeklarasikan status darurat nasional agar tembok dapat dibangun tanpa melalui persetujuan kongres.

Kubu Demokrat dilaporkan sedang mencari cara legal untuk menghentikan segala bentuk percobaan oleh Trump yang bisa saja mendeklarasikan status darurat nasional di masa mendatang.

Dalam sejarah AS, shutdown terlama terjadi di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton pada periode 1995-1996. Kala itu, shutdown berlangsung 21 hari. 

(WIL)