Rahaf al-Qunun Memulai Kehidupan Baru di Kanada

Toronto: Rahaf Mohammed al-Qunun kini memiliki rumah baru untuk berlindung. Di Kanada, Qunun akan memulai lembaran baru kehidupannya setelah kabur dari keluarganya di Arab Saudi.

Upaya gadis remaja berusia 18 tahun itu untuk pergi dari keluarganya di Arab Saudi, menyita perhatian dunia. Qunun lega bisa memulai kehidupan baru, tetapi dia diperingatkan mengenai tantangan yang akan dihadapinya ke depan.

Baca juga: Kabur dari Keluarga, Wanita Saudi Ditolak Masuk Thailand.

Ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Qunun, selain perbedaan budaya dan ketertinggalan yang harus ditempuhnya. Namun yang pertama, dirinya membutuhkan pakaian hangat untuk melawan udara Toronto yang dingin.

“Kondisinya baik saat ini dan sangat senang. Tetapi di saat bersamaan merasa gelisah dengan banyaknya hal baru yang akan dihadapi,” ujar Direktur Eksekutif Organisasi penempatan pengungsi (COSTI), Mario Calla, seperti dikutip The Globe and Mail, Senin, 14 Januari 2019.

Tibanya Qunun di Kanada mengakhiri mimpi buruk perjalanan mencari suaka. Pada 5 Januari, dia tiba di Thailand setelah bepergian dari Kuwait. Di Thailand, remaja itu mengaku kepada pihak berwenang setempat khawatir bahwa keluarga akan membunuhnya jika kembali ke Arab Saudi.

Begitu di Thailand, Qunun dilarang untuk masuk di Bangkok dan akhirnya mengurung diri di hotel bandara. Dari dalam bandara, dia pun menulis post di Twitter mengenai kondisinya dan akhirnya mengundang perhatian dunia.

Menurut keterangan aktivis pemerhati hak asasi manusia (HAM) di British Columbia, Yasmine Mohammed, Qunun sangat mengkhawatirkan keselamatannya karena ancaman melalui internet termasuk dari pihak keluarga. Sebelumnya pihak Kedutaan Arab Saudi di Thailand menyatakan tidak bisa menindak kasus Qunun, karena ini adalah masalah keluarga.

“Dia merasa kewalahan untuk saat ini dan sedikit syok karena apa yang dialaminya saat ini,” sebut Mohammed.

Untuk akomodasi Qunun di Kanada saat ini diatur oleh COSTI. Maria Calla menambahkan bahwa COSTI saat ini meningkatkan keamanan dan pengawal setiap remaja Arab Saudi itu berada di luar kediaman barunya.

Baca juga: Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad.

Para pendukung Qunun mengatakan bahwa remaja itu sangat ingin segera mencari tempat untuk menetap bahkan mengikuti kursus bahasa Inggris serta berniat untuk sekolah. Tetapi ada satu masalah besar yang menjadi pertanyaannya saat ini yaitu, bagaimana dia bisa mencari nafkah.

Sementara ini Mohammed bersama dengan aktivis lain Ensaf Haidar dan Tarek Fatah, menggalang dana melalui kampanye GoFundMe untuk membantu Qunun. Dalam waktu 24 jam, sudah terkumpul uang USD11 ribu atau sekitar Rp155 juta.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengumumkan akan memberikan suaka kepada Qunun pada Jumat 11 Januari lalu. Menurutnya apa yang diakukan saat ini adalah pembelaan terhadap hak asasi manusia. Namun mantan Dubes Kanada untuk Arab Saudi tetap memperingatkan bahwa menerima Qunun adalah hal yang benar, tetapi kasusnya bisa menimbulkan masalah diplomatik dengan Negeri Petro Dolar.

(FJR)