Merespons Korut, Trump Mengaku Ingin Bertemu Kim Jong-un

Presiden AS Donald Trump di Irak, 26 Desember 2019. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku ingin kembali bertemu Kim Jong-un, satu hari usai pemimpin Korea Utara itu mengingatkan bahwa Pyongyang dapat mengambil “jalan dan pendekatan baru” terhadap urusan nuklir jika sanksi ekonomi dari Washington terus berlaku.

“Saya juga ingin bertemu lagi dengan KEtua Kim yang menyadari dengan baik bahwa Korut memiliki potensi ekonomi yang luar biasa!” tulis Trump di akun Twitter, seperti dikutip dari laman AFP, Selasa 2 Januari 2019.

Trump mengeluarkan pernyataan tersebut usai melihat laporan berita mengenai pidato tahun baru Kim. Dalam pidato itu, Kim menyatakan tidak akan lagi membuat atau menguji coba senjata nuklir.

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Singapura pada Juni tahun lalu, Trump dan Kim menandatangani perjanjian mengenai tekad menerapkan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Namun perjanjian itu bersifat samar dan tidak memaparkan banyak detail.

Sejak perjanjian ditandatangani, kelanjutan dari denuklirisasi masih terhambat meski Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berusaha keras menindaklanjuti KTT Singapura. Korut menginginkan AS terlebih dahulu meringankan sanksi ekonomi yang telah dijatuhkan atas program nuklir dan misil balistik.

Kim, dalam pidato tahun barunya, mengatakan jika AS melanjutkan sanksi, maka “kami akan mencari jalan baru untuk melindungi kedaulatan dan kepentingan negara.”

Dia menambahkan siap bertemu Trump kapan pun juga, dan akan berusaha mengejar “sebuah solusi yang akan diterima komunitas internasional.”

(WIL)