Coba Tutup Unit Anti-Korupsi PBB, Presiden Guatemala Dikecam

Ribuan warga Guatemala menentang Presiden Jimmy Morales dan mendukung CICIG di Guatemala Cit,y, 12 Januari 2019. (Foto: AFP/ORLANDO ESTRADA)

Guatemala City: Ribuan warga Guatemala turun ke jalanan pada Sabtu 12 Januari dalam menentang Presiden Jimmy Morales yang mencoba menutup sebuah unit anti-korupsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Unit ini berusaha menyelidiki Morales atas kecurigaan adanya pelanggaran dana kampanye.

Bergerak bersama-sama di jalanan Guatemala City, seperti dilansir dari laman AFP, Minggu 13 Januari 2019. ribuan orang meneriakkan slogan dan membawa spanduk bertuliskan “Kami menolak pemerintah korup” dan “Kami menolak impunitas.” Impunitas merujuk pada hak istimewa presiden untuk tidak dijerat pidana.

Morales menyampaikan kepada PBB pada Senin kemarin bahwa Komisi Internasional Terhadap Impunitas di Guatemala (CICIG) akan ditutup lebih awal. Komisi tersebut telah berdiri sejak 2007, dan bekerja sama dengan kantor kejaksaan dalam menyelidiki kasus korupsi atau kejahatan terorganisasi.

Menurut Morales, unit PBB tersebut telah melampaui tugas dan kewenangannya. Rabu kemarin, pengadilan tertinggi di Guatemala menghentikan upaya penutupan oleh Morales.

Mahkamah Konstitusi Guatemala memerintahkan otoritas pemerintah untuk menyampaikan kepada semua pegawai negeri sipil agar tetap bekerja dengan CICIG.

Demonstrasi besar di Guatemala ini merupakan kelanjutan dari peristiwa pekan lalu, saat CICIG menyampaikan permohonan kepada kantor kejaksaan untuk mencabut hak kekebalan presiden. Pencabutan dinilai diperlukan dalam penyelidikan dugaan penyelewengan dana kampanye Morales.

Morales merespons dengan mengatakan dirinya tidak akan memperbarui CICIG saat misi unit PBB itu berakhir pada September. Morales sempat mencoba menghalangi kepala CICIG, Ivan Velasquez, dalam memasuki Guatemala.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berkukuh Guatemala wajib mempertahankan CICIG.

(WIL)