Bersaksi di Investigasi Rahasia, Jurnalis Iran Masih Ditahan AS

Marzieh Hashemi. (Foto: AFP)

Washington: Pengadilan federal Amerika Serikat (AS) mengungkapkan penangkapan jurnalis Iran, Marzieh Hashemi, untuk menjadi saksi di sebuah investigasi rahasia. 

Ketua Hakim Beryl Howell dari Pengadilan Distrik Columbia menegaskan bahwa Hashemi ditangkap bukan karena melakukan kejahatan maupun kesalahan. 

“Kami butuh Hashemi untuk menjadi saksi pelanggaran hukum pidana AS. Dia telah didampingi oleh pengacara,” ucap Howell, dikutip dari New York Times, Sabtu 19 Januari 2019.

Hashemi, yang merupakan wanita kelahiran Amerika, kini bekerja di Press TV, stasiun televisi yang didanai Pemerintah Iran. Ia ditahan ketika baru saja tiba di Bandara Internasional St. Louis, Missouri.

Baca: Menlu Iran Minta AS Segera Bebaskan Jurnalisnya

Kendati demikian, pengadilan maupun FBI tidak membeberkan di mana Hashemi ditahan dan kapan ia hadir dalam persidangan. 

Hashemi ditahan sepekan setelah Iran menahan seorang veteran Angkatan Laut AS, Michael White. Setidaknya, ada tiga warga AS yang masih dipenjara di Teheran dan satu orang hilang selama lebih dari satu dekade.

Hashemi lahir di New Orleans dengan nama Melanie Franklin. Ia merupakan Mualaf dan pendukung Revolusi Islam 1979. Hashemi telah bekerja lebih dari 20 tahun di Press TV. 

Sementara itu, putra Hashemi, Hossein Hashemi, mengatakan bahwa dirinya juga dipanggil untuk hadir di hadapan pengadilan. Namun tak membeberkan kapan dan di mana sidang itu akan digelar.

(WIL)