Menanti Geliat Aceh United Rasa Baru

JawaPos.com – Sejak dipastikan lolos ke babak 8-besar Liga 2 2018, Aceh United melakukan persiapan mengejutkan. Revolusi di tubuh tim tampak begitu kentara. Pelatih baru, Bonggo Pribadi didatangkan serta 12 pemain baru turut berlabuh di markas bertuah Stadion Cot Gapu, Bireuen.

Wajah-wajah baru tersebut merupakan eks Blitar United. Tim peringkat tujuh klasemen wilayah timur. Hanya satu, M Zainal Haq yang bukan dari tim asal Jawa Timur itu. Masuknya “satu gerbong” itu diharapkan mampu menambah daya pacu lokomotif Aceh United untuk bertarung di babak krusial tersebut.

Menarik menunggu kiprah Aceh United rasa baru. Mengingat, pada putaran pertama Liga 2, Aceh United banyak dihuni oleh pemain yang namanya cukup dikenal di kancah nasional. Sebut saja Yongki Aribowo, Septian Hadi hingga penjaga gawang Rully Desrian. Hanya saja, sedikit banyak faktor nonteknis di internal tim menyebabkan efek samping. Salah satunya, mengakhiri kontrak pelatih kiper, Markus Horison.

Usai berpisah dengan pemain yang telah disebutkan di atas, saat putaran kedua berjalan, cita rasa Aceh United lebih lokal. Narasi yang dimunculkan adalah mencintai pemain lokal, dengan memberikan ruang untuk tampil.

Namun, setelah pertandingan terakhir menang melawan Persibat Batang di kandang, Presiden Aceh United, M Zaini Yusuf kepada Rakyat Aceh (Jawa Pos Group) saat ditanya apakah akan merekrut pemain baru untuk menghadapi putaran 8-besar, dia menjawab iya dan dipastikan pemain lokal. “Pemain yang kami incar adalah putra Aceh,” balas M Zaini Yusuf.

Berselang beberapa hari, kejutan datang. Aceh United langsung mendatangkan 12 pemain. Gerbong Blitar United menjadi pilihan. Kuantitas yang banyak tersebut menunjukkan keseriusan manajemen menatap babak 8-besar. Aceh United bertekad untuk promosi ke Liga 1.

“Kami butuh pemain baru untuk setiap lini. Sebab persaingan di babak 8-besar Liga 2 musim ini jelas cukup berat,” sebutnya.

Sedangkan diakhirinya kerja sama dengan pelatih asal Cile, Simon Pablo Elissetche, disebutnya sesuai kesepakatan bahwa kerja sama berakhir sampai akhir kompetisi putaran kedua. Posisi Simon digantikan Bonggo Pribadi. Saat ditanya apakah ada nama pelatih lain yang masuk radar Aceh United, dikatakannya tidak dan hanya satu nama saja.

Rakyat Aceh kemudian menghubungi Bonggo Pribadi, menanyakan bagaimana proses kerja sama dengan Aceh United terjalin. Dia mengaku usai pertandingan terakhir diperintahkan untuk berangkat ke Aceh.

“Setelah selesai pertandingan terakhir, kami ditelepon manajer, diperintah untuk berangkat ke Aceh, gabung dengan Aceh United,” jelas Banggo.

Lebih jauh, sejak kedatangannya ke Bireuen -markas Aceh United, segala persiapan baik latihan maupun komunikasi berjalan baik. Berbaur dan adaptasi terus dilakukan agar harmoni tercipta lebih baik. Memadukan pemain baru dengan pemain lama merupakan keniscayaan. Hanya saja, waktu yang singkat menjadi kendala tersendiri.

“Sejauh ini persiapan berjalan baik, meskipun dari sisi waktu memang kurang untuk mempersiapkan tim. Alhamdulillah komunikasi pemain sudah mulai cair satu sama lain,” terangnya.

Saat ditanya lebih jauh, adakah pemain di Aceh United yang pernah menjadi anak asuhnya. Dia mengaku kebetulan tidak ada. Terakhir, mengenai target, dia berharap Aceh United bisa tampil maksimal di setiap pertandingan. Dengan demikian, tim berjuluk Laskar Iskandar Muda tersebut bisa lolos ke babak empat besar.

Para pencinta sepak bola Aceh, terutama fans Aceh United, The Poemeurah menunggu suguhan dan menanti kiprah Aceh United dengan cita rasa baru. Pada pertandingan pertama babak 8-besar, Aceh United akan ditantang Kalteng Putra. Laga tersebut akan berlangsung di Salah Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Kamis (25/10).

(jpg/JPC)